Browse By

Jenis-jenis penyakit kulit berbahaya yang harus diwaspadai

Kulit adalah organ terbesar yang menutupi seluruh bagian tubuh. Karena keberadaannya di bagian luar tubuh, kulit rentan terhadap peradangan, infeksi, alergi, dan gangguan lainnya. Beberapa kondisi bisa ringan, sementara dan mudah diobati. Sementara beberapa masalah lain bisa sangat serius dan bahkan mematikan. Jadi apa saja penyakit kulit berbahaya yang perlu Anda ketahui? Berikut penjelasannya.

Jenis-jenis penyakit kulit berbahaya yang harus diwaspadai


1. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Kondisi ini menggandakan sel 10 kali lebih cepat dari biasanya. Gejalanya meliputi mengelupas, radang, bintik-bintik merah pada kulit dan munculnya serpihan atau sisik putih keperakan.

Bagian kulit yang memiliki psoriasis biasanya terasa gatal, menyakitkan dan panas seperti terbakar. Penyakit ini biasanya menyerang lutut, siku, tangan, dada, daerah lumbar, kulit kepala, lipatan bokong, telapak tangan dan kaki. Pada beberapa orang, psoriasis dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada persendian. Kondisi ini disebut arthritis psoriatik.

Psoriasis dapat terjadi pada skala ringan hingga berat. Pada psoriasis ringan, ruam yang terjadi kecil dan tidak terlalu menyakitkan. Namun. Pada kasus psoriasis yang parah, kulit akan terbakar dengan sisik merah dan perak yang terasa sangat gatal. Psoriasis juga dapat mempengaruhi jari kaki dan kaki yang dapat mengubah warna kuku.

Psoriasis digolongkan sebagai penyakit kulit yang berbahaya karena tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan dari gejalanya sehingga tidak semakin parah. Gejala-gejalanya juga tidak berlangsung terus-menerus, tetapi berulang. Stres dan kecemasan yang berlebihan dapat memperburuk gejala penyakit ini. Begitu juga dengan paparan sinar matahari terlalu lama.

Untuk mengelola gejalanya dengan lebih baik, disarankan juga untuk berhenti minum alkohol dan merokok.
2. Rosacea

Rosacea adalah peradangan pada kulit wajah yang ditandai oleh “bidang” kulit kemerahan pada pipi, hidung, dagu dan dahi yang terlihat kering, gatal, kasar dan panas seperti terbakar. Erupsi rosacea terkadang penuh dengan benjolan yang mirip dengan jerawat.

Gejala lain termasuk hidung bengkak, pori-pori membesar, pembuluh darah mata pecah (mata merah) dan masalah penglihatan.

Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor keturunan, masalah pembuluh darah, tungau dan bakteri. Selain itu, rosacea rentan terhadap wanita yang menyerang dari 30 hingga 50 tahun.

Sama seperti psoriasis, gejala rosacea dapat datang dan pergi tanpa undangan. Ketika rosacea terjadi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter dan meminta perawatan. Jika dibiarkan, pembuluh darah wajah dapat pecah dan ditandai dengan penebalan dan pembengkakan. Beberapa orang dengan rosacea juga memiliki masalah mata seperti kemerahan, pembengkakan dan rasa sakit. Bahkan jika Anda mengabaikan perawatan, kemerahan dan pembengkakan kulit bisa menjadi permanen.
3. Melanoma

Penyakit kulit berbahaya lainnya adalah melanoma. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang berkembang dalam sel melanosit, yaitu sel yang memproduksi melanin (pigmen kulit). Penyebab pasti melanoma tidak diketahui, tetapi paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau tidur ringan dapat meningkatkan risiko mengembangkan melanoma. Membatasi paparan radiasi UV dapat membantu mengurangi risiko melanoma.

Risiko melanoma umumnya meningkat pada orang di bawah usia 40 tahun, terutama wanita. Melanoma dapat berkembang di semua kulit di tubuh. Penyakit ini paling sering berkembang di daerah yang terkena sinar matahari seperti punggung, kaki, lengan dan wajah.

Melanoma juga dapat terjadi di daerah yang tidak menerima banyak sinar matahari seperti telapak kaki, telapak tangan dan kuku. Melanoma tersembunyi ini lebih sering terjadi pada orang berkulit gelap.

Gejala awal melanoma umumnya adalah perubahan pada tahi lalat dan / atau perubahan yang tampak aneh pada kulit. Melanoma tidak selalu dimulai sebagai tahi lalat, tetapi juga bisa terjadi pada kulit normal. Mengetahui tanda-tanda peringatan kanker kulit dapat membantu mencegah penyebaran kanker. Melanoma juga dapat diobati dengan baik jika terdeteksi dini.

Untuk ini, jangan abaikan tanda-tanda, gejala atau perubahan pada kulit yang Anda rasakan. Diagnosis dan perawatan dini dapat membantu mencegah penyakit menjadi lebih buruk.

Baca juga:

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *