Browse By

Penyebab Demam Berdarah Yang Harus ketahui

(DBD) dapat menyerang siapa saja, baik tua maupun muda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa sekitar setengah dari populasi manusia dunia berisiko terkena penyakit ini. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang rawan terkena demam berdarah dengan kasus yang cukup tinggi. Data terakhir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Februari 2019 melaporkan bahwa jumlah kasus demam berdarah skala nasional mencapai 13.683 orang dan 133 di antaranya meninggal. Apa penyebab demam berdarah (DBD)?

Penyebab demam berdarah dengue (DBD)

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan betina Aedes aegepti dan betina Aedes albopictus yang membawa virus dengue. Ada 4 jenis virus dengue, yaitu virus DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Namun, harus dipahami bahwa tidak semua nyamuk Aedes akan membawa virus dengue.

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, nyamuk betina Aedes dapat terinfeksi virus dengue jika nyamuk tersebut sebelumnya menghisap darah manusia yang sedang mengalami viremia. Viremia adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh tingginya tingkat virus dalam tubuh. Viraemia dapat mulai dari 2 hari sebelum timbulnya demam hingga 5 hari setelah sensasi pertama. Ini juga biasa disebut demam akut.

Virus yang masuk ke tubuh nyamuk sehat akan bertambah banyak 8-12 hari kemudian. Pada akhir masa inkubasi, itu berarti bahwa virus itu aktif dan nyamuk dapat mulai menginfeksi manusia melalui gigitan mereka.

Setelah nyamuk membawa virus menggigit manusia, virus akan masuk dan mengalir ke dalam darah manusia untuk mulai menginfeksi sel-sel tubuh yang sehat.

Untuk mengatasinya, sistem kekebalan akan menghasilkan antibodi khusus yang bekerja dengan sel darah putih untuk melawan virus. Respons imun juga mencakup pelepasan sel T sitotoksik (limfosit) untuk mengenali dan membunuh sel-sel tubuh yang terinfeksi.

Seluruh proses inilah yang kemudian memunculkan berbagai gejala DBD. Gejala DBD biasanya mulai muncul antara empat dan 15 hari setelah gigitan nyamuk.

Nyamuk yang pernah terkena virus dengue akan membawa virus selamanya. Nyamuk demam berdarah dapat terus menginfeksi orang lain saat masih hidup. Ada kemungkinan bahwa semua anggota keluarga dapat terinfeksi virus dengue yang sama dalam 2-3 hari.

Faktor-faktor yang menyebabkan DBD atau demam berdarah
Ada beberapa alasan mengapa negara tropis seperti Indonesia rentan terhadap epidemi dengue. Baik dari posisi geografis negaranya, maupun dari kebiasaan penduduk tertentu. Hanya apa?

1. Musim hujan yang panjang
Musim hujan adalah salah satu faktor penyebab KLB demam berdarah (DBD) di Indonesia. Musim hujan di Indonesia berlangsung lama, antara Oktober dan Februari.

Selama musim hujan, kasus demam berdarah umumnya meningkat karena banyaknya air yang tergenang. Genangan air hujan atau bahkan sisa arus banjir adalah sarana paling ideal bagi nyamuk Aedes untuk berkembang biak. Nyamuk akan bereproduksi lebih mudah dan cepat di lingkungan basah.

Demikian pula selama musim transisi (transisi dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya). Pada musim transisi, kadang-kadang bahkan suhu lingkungan akan lebih lembab. Ini membuat masa inkubasi virus di tubuh nyamuk lebih cepat. Ini berarti nyamuk akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menginfeksi banyak orang secara bersamaan dalam waktu singkat.

Secara umum, iklim adalah faktor kunci yang mengendalikan di mana spesies nyamuk dapat hidup. Ketika iklim berubah, nyamuk akan pindah untuk menemukan habitat yang cocok sehingga mereka dapat terus bereproduksi.

2. Resistensi yang buruk
Virus dengue sebenarnya dapat langsung ditentang dan dibunuh oleh sistem kekebalan tubuh sebelum dapat menyebabkan gejala.

Tetapi jika sistem kekebalan Anda lemah, terutama selama musim transisi, Anda lebih mungkin terinfeksi virus dengue yang menyebabkan demam berdarah.

Karena itu, perlu mengonsumsi makanan sehat dan suplemen atau vitamin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

3. Mengotori
Nyamuk yang menyebabkan DBD cenderung berkembang biak di tempat yang gelap, kotor dan lembab. Misalnya di tumpukan sampah yang memiliki tong sampah, ember atau botol penuh genangan air.

Sampah yang dibuang dengan mudah akan dipenuhi genangan hujan dan digunakan sebagai sarang nyamuk.

Karena itu, perlu ada sampah di tempatnya. Agar tidak menumpuk, banyak sampah di tanah sehingga tidak bisa menahan air hujan.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *